Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Mei 2017

TNI: Meriam Meledak Malafungsi, Bukan karena Buatan China

Tentara Nasional Indonesia (TNI) tak menuding kualitas produk Republik Rakyat Tiongkok (RRT) menjadi sebab meriam Giant Bow malafungsi hingga membunuh empat prajurit dan melukai delapan lainnya di Natuna, Kepulauan Riau, pada Rabu, 17 Mei 2017.


Menurut Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat, Brigadir Jenderal Alfret Denny Tuejeh, malafungsi senjata militer bisa terjadi pada produksi mana pun.

"Insiden di Natuna ini memang akan diinvestigasi, tetapi dalam rangka untuk mengetahui secara pasti penyebab kejadian ini. Bukan karena meriamnya produk China (Tiongkok). Produk negara mana pun kalau terjadi insiden serupa, kan, harus diinvestigasi," ujar Alfret melalui pesan tertulis kepada VIVA.co.id, pada Jumat, 19 Mei 2017.

TNI, kata Alfret, selalu mengkaji kelayakan setiap alat utama sistem persenjataan (alutsista). Ia memastikan TNI menyampaikan hasil investigasi kepada publik. Namun, ia menegaskan, investigasi sama sekali bukan untuk menyoroti kualitas alutsista asal Tiongkok.

Kualitas alutsista produk Tiongkok kerap disorot. Sebuah peluru kendali (rudal) jenis C705 produksi Tiongkok terlambat meluncur ketika digunakan dalam latihan gabungan militer XXIV/2016 pada September 2016. Peristiwa itu bahkan disaksikan Presiden Joko Widodo.

Peristiwa termutakhir ialah sebuah meriam Giant Bow, produksi Tiongkok juga, malafungsi sehingga menembak liar tak terkendali lalu mengenai para prajurit latihan pendahuluan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat TNI di Natuna, Kepulauan Riau, pada Rabu, 17 Mei 2017.

Meriam termasuk senjata andalan yang digunakan Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) TNI Angkatan Darat. TNI memiliki 18 unit meriam Giant Bow yang tersebar di Satuan Arhanud se-Indonesia. Sembilan di antaranya ditempatkan di Markas Batalion Artileri Pertahanan Udara Ringan 1/Kostrad di Serpong, Tangerang, Banten.

TNI bahkan menyebut meriam Giant Bow “memiliki kecepatan tembak yang spektakuler” dan “senjata yang sangat efektif untuk melawan sasaran udara yang terbang rendah”. Giant Bow salah satu senjata yang dikategorikan twin gun karena memiliki laras ganda.

sumber : http://nasional.news.viva.co.id

Puspom TNI Blokir Rekening Rp 139 Miliar Penyedia Helikopter AgustaWestland AW101


Pusat Polisi Militer TNI setelah bekerja sama dengan Pusat Pelaporan Transaksi dan Analisis Keuangan, memblokir rekening milik PT Diratama Jaya Mandiri senilai Rp 139 miliar.

Pemblokiran tersebut karena perusahaan tersebut adalah penyedia helikopter AgustaWestland AW101 yang diadakan TNI Angkatan Udara tahun anggaran 2016.
Pemblokiran tersebut sehubungan dengan penetapan tiga tersangka dari unsur TNI karena pembelian tersebut berpotensi merugikan negara senilai Rp 220 miliar.

"Barang bukti blokir atas nama Diratama Jaya Mandiri selaku penyedia barang sebesar Rp139 miliar," kata Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat memberikan keterangan pers di KPK, Jakarta, Jumat (26/5/2017).

Menurut Gatot, barang bukti berupa uang tunai bisa saja ditemukan dalam tahap penyidikan selanjutnya.

Untuk sementara ini, kata dia, penyidik baru memblokir rekenig tersebut sebagai barang bukti.

"Uang-uang tunai yang disita akan bertambah pasti. Tapi ini yang berhasil diamankan, pemblokiran rekening Rp136 miliar," kata bekas Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat itu.

PT Diratama Jaya Mandiri yang berkantor di Sentu, Bogor, adalah salah satu tempat yang sudah digeledah.

Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan geledah dilakukan di empat lokasi yakni di sebuah tempat di Bidaraka, rumah saksi di Bogor dan rumah swasta di Sentul City.

Pada kasus tersebut, Pusat Polisi Militer TNI telah menetapkan tiga tersangka dari unsur militer hasil bekerja sama dengan KPK.

Sumber http://m.tribunnews.com/…

Prajurit TNI Peringati International Peacekeeper’s Day




Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Batalyon Komposit (Yonkomposit) Konga XXXV-C/Unamid (United Nations Mission In Darfur) atau Indobatt-03 melaksanakan upacara peringatan Hari Pasukan Pemeliharaan Perdamaian PBB International/International Peacekeeper’s Day di Unamid Sector West, Elgeneina, Sudan, Afrika, Sabtu (27).

Hari Pasukan Pemeliharaan Perdamaian PBB International dicetus pada tanggal 29 Mei tahun 2003, sebagai penghormatan para anggota pasukan misi pemeliharaan perdamaian PBB yang gugur dalam menjalankan tugas mereka diberbagai wilayah konflik di dunia.

Upacara diawali dengan jajar kehormatan yang ditandai peletakan karangan bunga oleh Wali of West Darfur, Head of Office Unamid Sector West, Unamid Sector West Police Commander, Unamid Deputy Sector West, dengan tujuan untuk menghormati profesionalitas, dedikasi dan keberanian para prajurit yang terlibat dalam berbagai misi di seluruh dunia.

Dipaparkan dalam rilis yang diterima redaksi dari
Perwira Penerangan Konga XXXV-C/Unamid, Kapten Laut (KH) Aripudin, peringatan ini dapat menjadi sarana untuk lebih meningkatkan rasa solidaritas dan rasa kebersamaan yang mendalam diantara sesama komunitas Peacekeepers yang bersemboyan “Blue Helmet is the Syimbol of Hope” dan semboyan tersebut diharapkan dapat membantu perwujudan masa depan yang lebih aman dan damai, khususnya bagi negara-negara di dunia yang saat ini tengah dilanda konflik.

Dalam upacara tersebut, ditampilkan parade pasukan dan pagelaran Culture Event dari negara Indonesia, Pakistan, Nigeria, Bangladesh, Sudan, di antaranya Merpati Putih, Kolone Senapan, Gandrang Bulo, Reog Ponorogo, Yongmoodo, Pakistan Tradisional Dance, Nigeria Traditional Dance, Bangladesh Dance, Sudan Traditional Dance, dan diakhiri Tarian Gemu Famire bersama seluruh personel yang hadir pada acara tersebut, dimana sebelumnya telah dilaksanakan foto para pejabat Unamid di taman Garden Indobatt-03.

Hadir pada acara tersebut pejabat Head of Office Unamid Sector West, Wali of West Darfur, 15”th Division Commander, Sector West Commander, Chief Judge of west Darfur, dan beberapa staf dari Unamid serta pemuka agama dan tokoh masyarakat setempat

Sumber://www.rmol.co/

Kamis, 25 Mei 2017

Tak Terima Difitnah Jadi Pelaku Bom, Wiryawan Tuntut Balik

Foto dan identitas Wiryawan diumbar ke publik dan dituduh sebagai pelaku boom bunuh diri yang tewas. Padahal dirinya sehat wal afiat di rumahnya.
Foto seorang warga asal Sukabumi bernama Wiryawan Indra Wijaya (36) tersebar di media sosial sebagai tersangka pelaku peledakan bom di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5/2017) malam kemarin. 

Namun, tudingan itu segera dibantah Wiryawan. Ia pun mengaku akan menempuh jalur hukum atas fitnah yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab terhadap dirinya
"Keluarga tidak nyaman dengan adanya fitnah yang menyandingkan foto saya dengan foto jenazah kemudian disebar ke media sosial oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dan atas kasus tersebut kami akan melanjutkannya ke ranah hukum," kata Wiryawan di rumahnya di Kampung Ranji Tengah, Desa/Kecamatan Kebonpedes, Sukabumi, Kamis (25/5/2017).

Ia menjelaskan bahwa kartu tanda penduduk (KTP) miliknya sempat hilang delapan bulan lalu, ketika dia dan rekannya mengalami kecelakaan di daerah Cimande, Bogor, sepulang dari Depok.
Setelah kecelakaan itu Wiryawan, menitipkan sepeda motornya ke satu pabrik di dekat lokasi kecelakaan untuk mencari tukang urut. 

"Saya titipkan motor di pabrik tetapi syaratnya harus menyimpan KTP," kata Wiryawan menambahkan.

Namun dari tukang urut pria kelahiran Bekasi itu langsung pulang ke rumahnya di Sukabumi tanpa lebih dulu mengambil KTP. Beberapa hari kemudian ia baru ingat kalau KTP nya ketinggalan di pabrik.

Wiryawan pun terkejut saat dia tiba-tiba dijemput polisi karena fotonya disebar di media sosial dan dikaitkan dengan ledakan bom di Kampung Melayu.

Polisi kemudian membebaskan dia karena tidak menemukan keterkaitannya dengan aksi terorisme setelah beberapa jam melakukan pemeriksaan.

"Yang jelas kami dirugikan akibat ulah oknum yang memfitnah dan menyebarkan foto saya dan berharap pelakunya segera diungkap," kata Wiryawan, dikutip dari Antara.

Atas tudingan itu, salah seorang kerabat, Adi Rustandi, mengatakan keluarga sangat tidak nyaman dengan penyebaran KTP Wiryawan di media sosial.

"Kami akan berkonsultasi dengan pengacara untuk penyelesaian kasus ini dan akan melaporkannya kepada pihak kepolisian," tegasnya.

Kepala Polres Sukabumi Kota AKBP Rustam Mansur sudah mengatakan bahwa kabar yang beredar di media sosial yang mengaitkan foto Iwang dengan ledakan bom merupakan kabar bohong.

"Yang bersangkutan saat ini masih sehat dan dari hasil pemeriksaan sama sekali tidak mengetahui apalagi menjadi pelaku teror di Jakarta pada Rabu malam," tutur Rustam. 
Sumber: tirto.id